Langsung ke konten utama

Jelajahi Pesona Sejarah Candi Singosari di Malang, Saksi Bisu Kejayaan Kerajaan Kuno

Pernah membayangkan berdiri di depan sebuah bangunan yang menyimpan cerita dari abad ke-13? Di Malang, bukan hanya alam dan kulinernya yang memikat, tapi juga sejarahnya yang tertanam dalam batu. 

Salah satu harta karunnya adalah Candi Singosari. Lebih dari sekadar tumpukan batu kuno, candi ini adalah sebuah novel sejarah terbuka yang menunggu untuk kamu jelajahi. Mari kita telusuri lebih dalam.

Jelajahi Pesona Sejarah Candi Singosari di Malang, Saksi Bisu Kejayaan Kerajaan Kuno

Jelajahi Pesona Sejarah Candi Singosari di Malang, Saksi Bisu Kejayaan Kerajaan Kuno

Menapaki Jejak Kerajaan Singosari: Sejarah yang Terpahat di Batu

Candi Singosari bukanlah candi biasa. Candi bercorak Hindu-Buddha ini dibangun sekitar abad ke-13 Masehi sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada Raja Kertanegara, raja terakhir dari Kerajaan Singosari yang berjaya. Pembangunannya sendiri menyimpan drama sejarah. Di tahun 1292, kerajaan ini diserang dan mengalami kehancuran, meninggalkan candi ini dalam keadaan belum selesai dibangun.

Berabad-abad kemudian, tepatnya tahun 1803, reruntuhannya ditemukan kembali oleh Nicolaus Engelhard, seorang Gubernur Belanda. Perhatian serius untuk memugar dan melestarikannya baru dilakukan antara tahun 1934 hingga 1936. Meski masih menyisakan tanda sebagai 'candi yang belum selesai', upaya pemugaran ini memungkinkan kita hari ini untuk menyaksikan dan mempelajari langsung kemegahannya.

Informasi Praktis Berkunjung ke Candi Singosari

Sebelum merencanakan petualangan sejarahmu, catat informasi praktis ini agar kunjunganmu lebih lancar.

Lokasi dan Akses

Candi Singosari terletak di Jalan Kertanegara No. 148, Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Jaraknya hanya sekitar 10 kilometer atau 25 menit perjalanan dari pusat Kota Malang menuju arah Surabaya. Aksesnya sangat mudah karena berada di jalur protokol. Gunakan aplikasi peta untuk panduan terbaik.

Jam Operasional dan Tiket Masuk

Candi ini terbuka untuk umum setiap hari, dari pukul 07.30 hingga 16.00 WIB. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi atau sore hari saat cahaya matahari baik untuk berfoto dan suhu tidak terlalu panas. Yang menarik, tiket masuk ke candi ini bersifat sukarela. Untuk kendaraan, dikenakan biaya parkir yang terjangkau.

Fasilitas Pendukung

Meski merupakan situs purba, fasilitas di sekitarnya cukup memadai. Tersedia area parkir, warung-warung lokal yang menjajakan makanan dan minuman, toilet umum, serta gazebo yang bisa kamu gunakan untuk beristirahat sejenak menikmati suasana sekitar.

Mengapa Candi Singosari Istimewa? Fakta dan Daya Tarik Utama

  1. Karya Seni Arsitektur yang Megah: Meski tak selesai, candi ini memperlihatkan keahlian pahat yang luar biasa. Perpaduan corak Hindu dan Buddha terlihat jelas, menawarkan pelajaran langsung tentang percampuran budaya masa lalu.
  2. Peninggalan Terakhir yang Nyata: Candi Singosari dianggap sebagai peninggalan bangunan utama terakhir dari Kerajaan Singosari yang masih bisa kita lihat bentuk fisiknya, menjadikannya saksi bisu yang sangat berharga.
  3. Status sebagai Cagar Budaya Nasional: Pada 21 Juli 1998, candi ini ditetapkan secara resmi sebagai Cagar Budaya Nasional. Status ini menegaskan pentingnya situs ini dan menjamin upaya pelestariannya untuk generasi mendatang.
  4. Spot Foto yang Artistik dan Penuh Makna: Dengan latar bangunan batu andesit yang kokoh dan suasana sekitar yang asri, Candi Singosari menawarkan latar belakang foto yang penuh karakter, bermakna, dan jauh dari kesan biasa.

Tips Berfoto dan Berkunjung yang Berkesan

  1. Manfaatkan Cahaya Emas: Datanglah pada golden hour, yaitu sekitar jam buka di pagi hari atau sebelum tutup di sore hari. Cahaya matahari yang rendah akan memberikan efek dramatis dan hangat pada foto dan relief candi.
  2. Berpakaian Sopan dan Nyaman: Kenakan pakaian yang sopan mengingat ini adalah situs bersejarah dan bernuansa religius. Jangan lupa memakai alas kaki yang nyaman untuk berjalan-jalan di area situs.
  3. Jaga Etika dan Kelestarian: Hormati situs sejarah ini dengan tidak mencoret-coret, memanjat, atau merusak bagian candi mana pun. Bawalah pulang sampahmu untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Menjelajahi Candi Singosari adalah seperti membuka halaman pertama dari sebuah kisah besar. Di sini, setiap batu seakan bercerita tentang kejayaan, ambisi, dan lika-liku sejarah Nusantara. Jadi, saat kamu merencanakan liburan ke Malang, luangkan waktu untuk singgah ke masa lalu. Rasakan sendiri getar sejarah yang masih terasa kuat di antara reruntuhan yang megah ini.

Postingan populer dari blog ini

20 Tempat Makan Babi di Malang, Surga Kuliner Non-Halal yang Wajib Dicoba

Kalau kamu berpikir keistimewaan kota ini cuma terletak pada hawa sejuk dan pemandangan alamnya, kita perlu mengobrol sebentar. Ada sisi lain yang sedang ramai dibicarakan oleh para foodies: dunia kuliner non-halal berbahan dasar babi.  Ya, Malang ternyata menyimpan surga tersembunyi dengan beragam olahan babi yang luar biasa, mulai dari hidangan tradisional NTT dan Bali, masakan Batak, hingga sajian Chinese food yang autentik. Bagi yang tidak memiliki batasan halal, menjelajahi kuliner babi di Malang ibarat melakukan perjalanan rasa lintas nusantara. Dari tekstur daging yang empuk, cita rasa gurih yang khas, hingga teknik masak yang beragam seperti panggang, bakar, tumis, hingga asap, semuanya menanti untuk dieksplor. Harganya pun relatif terjangkau, membuat petualangan kuliner ini semakin menarik. 20 Tempat Makan Babi di Malang, Surga Kuliner Non-Halal yang Wajib Dicoba 1. Warung Sejahtera Beralamat di Jalan Pisang Candi Barat No. 2, Warung Sejahtera adalah titik awal yang sempur...

Candi di Malang, Menelusuri Jejak Arsitektur Menawan dan Sejarah yang Tersembunyi

Pernah merasa penasaran dengan kisah apa yang tersimpan di balik batu-batu kuno? Kalau kamu berkunjung ke Malang, pesonanya tidak hanya terletak pada udara sejuk dan pemandangan alamnya.  Kota ini menyimpan harta karun sejarah yang bisikannya masih terdengar sampai sekarang: candi-candi dengan arsitektur menakjubkan.  Bagi kamu yang suka menjelajahi masa lalu dan mengagumi karya seni leluhur, mengunjungi candi-candi ini adalah pengalaman yang menyatukan edukasi dan ketenangan. Mari kita telusuri beberapa yang paling menawan. Candi di Malang: Menelusuri Jejak Arsitektur Menawan dan Sejarah yang Tersembunyi 1. Candi Singosari: Mahakarya Megah di Tengah Kesederhanaan Candi Singosari adalah salah satu ikon sejarah Malang yang paling mudah dijangkau. Dibangun pada abad ke-13 sebagai peninggalan Kerajaan Singhasari, candi ini adalah simbol kejayaan masa lalu yang masih kokoh berdiri. Begitu tiba di sana, matamu akan langsung tertuju pada ukiran batu yang halus dan penuh detail. Set...

Glamping di Malang, Nikmati Sensasi Menginap di Alam dan Seru River Tubing di Lembah Ledok Amprong

Bayangkan jika kabut pagi yang masih menyapu lembut hutan pinus, udara pegunungan yang segar dan dingin, serta gemericik sungai yang menjadi soundtrack alam Anda. Ini bukan mimpi, tapi pengalaman yang menanti di Lembah Bromo Ledok Amprong, Poncokusumo, Malang .  Destinasi yang satu ini menawarkan liburan keluarga yang jauh dari kebisingan, menggabungkan kenyamanan glamping dengan petualangan seru menyusuri sungai. Bagi banyak keluarga seperti keluarga Hendro, yang sengaja mencari ketenangan, tempat ini adalah jawaban. "Kami cari tempat yang tenang, tapi tetap ada aktivitas seru untuk anak-anak. Di sini lengkap," kata Hendro, menggambarkan alasan memilih Ledok Amprong sebagai pelarian akhir pekan mereka. Di sini, liburan bukan sekadar berpindah tempat, tapi tentang kembali menyatu dengan alam dan orang-orang terdekat. Glamping di Malang: Nikmati Sensasi Menginap di Alam dan Seru River Tubing di Lembah Ledok Amprong Surga Tenang di Kaki Bromo yang Cocok untuk Glamping Keluarga ...