5 Cara Merawat Anak Babi Baru Lahir, Panduan Kritis 0-24 Jam untuk Peternak Pemula dan Berpengalaman

Mari kita bayangkan sebuah momen yang penuh harap sekaligus tegang di dalam kandang. Seekor induk babi baru saja menyelesaikan proses melahirkannya, dan di depannya tergeletak beberapa ekor anak babi mungil yang masih basah dan terlihat sangat rapuh. 

Inilah detik-detik pertama yang paling menentukan dalam hidup mereka. Bagi Anda seorang peternak, besar atau kecil skalanya, momen ini adalah ujian sesungguhnya. 

Mengapa? Karena cara merawat anak babi baru lahir pada 0 hingga 24 jam pertama itu ibaratnya membangun fondasi sebuah gedung. Jika fondasinya kuat, bangunannya akan kokoh. Jika fondasinya salah, segalanya bisa runtuh.

Cara Merawat Anak Babi Baru Lahir, Panduan Kritis 0-24 Jam untuk Peternak Pemula dan Berpengalaman

Setiap peternak pasti bermimpi memiliki tingkat kelangsungan hidup anak babi yang tinggi. Namun, untuk mencapai itu, pengetahuan tentang manajemen pemeliharaan di fase paling kritis ini mutlak diperlukan. 

Anak babi yang baru lahir sedang mengalami transisi besar: dari lingkungan rahim yang hangat dan aman, ke dunia luar yang penuh tantangan. Mereka harus segera bernapas, mencari kehangatan, dan mendapatkan nutrisi pertama. 

Tanggung jawab kita adalah memandu mereka melewati transisi itu dengan selamat. Artikel ini akan menjadi panduan lengkap untuk Anda, membahas langkah demi langkah cara merawat anak babi baru lahir yang tepat, fokus pada golden period 24 jam pertama.

5 Cara Merawat Anak Babi Baru Lahir, Panduan Kritis 0-24 Jam untuk Peternak Pemula dan Berpengalaman

Sebelum masuk ke teknis, mari kita sepakati pola pikirnya. Pada fase ini, Anda bukan lagi sekadar pengamat. Anda adalah penjaga, perawat, dan pelindung. Anda harus proaktif, penuh perhatian pada detail, dan siap turun tangan kapan pun dibutuhkan. 

Anak babi yang baru lahir sangat rentan terhadap hipotermia (kedinginan), kelaparan, dan infeksi. Tugas Anda adalah melawan ketiga ancaman itu dengan pengetahuan dan tindakan tepat. Kesabaran dan ketelitian adalah kunci utama dalam cara merawat anak babi baru lahir.

Sekarang, bayangkan Anda berdiri di samping induk babi yang baru melahirkan. Apa langkah pertama yang harus Anda lakukan? Mari kita urutkan.

1. Membersihkan Jalan Napas

Begitu anak babi keluar dari saluran kelamin induknya, atau Anda bantu mengeluarkannya, prioritas mutlak pertama adalah memastikan ia bisa bernapas. Seringkali, masih terdapat cairan ketuban atau lendir yang menyumbat hidung dan mulutnya. Jika tidak dibersihkan, cairan ini bisa menghambat napas pertama yang crucial.

Ambil kain lembut dan bersih, lalu usapkan dengan hati-hati di sekitar moncong dan mulut anak babi tersebut. Beberapa peternak berpengalaman juga mengusapkannya pada tubuh induk untuk pemanasan sekaligus pembersihan. 

Cara lain yang lebih intensif adalah dengan menggunakan alat penyedot lendir khusus atau bahkan dengan mulut Anda (jika terpaksa) untuk menyedot cairan dari hidungnya. 

Tindakan ini bukan hanya tentang kebersihan, tetapi tentang memberikan kesempatan hidup. Ini adalah langkah pertama yang non-negosiable dalam cara merawat anak babi baru lahir.

2. Memastikan Asupan Kolostrum

Ini adalah titik kritis yang tidak bisa ditawar. Kolostrum adalah susu pertama yang diproduksi induk, dan ia bukan sekadar makanan. Ia adalah serum kehidupan. 

Kolostrum kaya akan antibodi yang berfungsi sebagai sistem imun pasif, melindungi anak babi dari berbagai penyakit di minggu-minggu pertama kehidupannya. Selain itu, kolostrum juga kaya energi dan nutrisi untuk menghangatkan tubuh.

Anak babi harus mendapatkan kolostrum ini dalam waktu 7 jam pertama setelah lahir, dan semakin cepat semakin baik. Bantu mereka menemukan puting susu induknya. Anak babi yang sehat biasanya akan merangkak mencari sumber susu, tetapi Anda mungkin perlu menuntunnya, terutama yang terlihat lemah. 

Pastikan setiap anak babi sempat menyusu. Kenapa ini sangat vital dalam cara merawat anak babi baru lahir? Tanpa kolostrum, anak babi praktis lahir tanpa pertahanan, membuatnya sangat rentan mati dalam hitungan hari.

3. Menyediakan Sumber Kehangatan

Anak babi baru lahir memiliki cadangan lemak yang sangat minim dan kemampuan mengatur suhu tubuh yang buruk. Mereka sangat mudah kedinginan. Suhu dingin adalah pembunuh diam-diam yang bisa menyebabkan hipotermia, lemah, dan akhirnya tidak mampu menyusu.

Sediakan sumber kehangatan eksternal segera. Cara paling praktis adalah dengan memasang lampu pemanas, misalnya lampu 80 watt, di area khusus tempat anak-anak babi berkumpul. Atur ketinggian lampu sekitar 60 cm di atas mereka. 

Amati perilakunya. Jika mereka bergerombol tepat di bawah lampu, artinya mereka masih kedinginan. Jika mereka menjauh dan menyebar, artinya suhu sudah terlalu panas, dan Anda perlu menaikkan ketinggian lampu. 

Kehangatan ini harus konsisten, dan lampu bisa terus digunakan hingga anak babi berusia 3 atau 4 minggu. Menjaga suhu lingkungan yang optimal adalah pondasi fisik dalam cara merawat anak babi baru lahir.

4. Memantau Produksi Susu Induk

Apa jadinya jika kolostrum ada, tetapi induk tidak mengeluarkan susu? Atau produksi susunya tidak lancar? Ini adalah skenario yang harus Anda waspadai. Setelah membantu anak babi menyusu, pastikan puting induk benar-benar mengeluarkan susu. Perah sedikit untuk memastikannya.

Jika induk ternyata tidak menghasilkan susu, Anda harus segera mengambil tindakan. Opsi terbaik adalah mencari induk lain yang sedang menyusui dan dapat menjadi donor. Jika tidak memungkinkan, Anda harus menyediakan susu pengganti khusus anak babi atau susu sapi sebagai alternatif darurat. 

Persiapan adalah kunci. Memiliki susu pengganti yang siap di tempat adalah bagian dari antisipasi bijaksana dalam cara merawat anak babi baru lahir.

5. Mengelola Pakan Induk Pasca Melahirkan

Perhatian kita tidak hanya pada anak babi, tetapi juga pada sang induk. Kesehatannya langsung memengaruhi kemampuan merawat anaknya. Pada 1 hingga 2 hari pertama setelah melahirkan, nafsu makan induk biasanya masih rendah. 

Jangan beri pakan dalam jumlah besar sekaligus karena bisa membusuk dan justru menurunkan kualitas lingkungan kandang.

Berikan pakan sedikit demi sedikit tetapi sering. Setelah nafsu makannya mulai pulih, biasanya sekitar hari ke-5 atau ke-6, Anda bisa menerapkan sistem pemberian pakan ad libitum, yaitu pakan selalu tersedia dalam jumlah cukup namun tetap segar. 

Pastikan induk tidak kekurangan pakan dan air minum. Induk yang tercukupi nutrisinya akan menghasilkan susu yang berkualitas bagi anak-anaknya. Manajemen pakan induk yang baik adalah dukungan tidak langsung yang sangat penting dalam cara merawat anak babi baru lahir.

Penutup

Cara merawat anak babi baru lahir pada periode 0-24 jam ini sejatinya adalah serangkaian intervensi tepat waktu yang saling terkait. Membersihkan jalan napas memungkinkan mereka hidup. Memastikan kolostrum memberi mereka kekuatan dan imunitas. 

Menyediakan kehangatan menghemat energi mereka untuk tumbuh, bukan sekadar bertahan. Memantau produksi susu adalah jaminan keberlanjutan, dan merawat induknya adalah akar dari semua kebaikan itu.

Lakukan observasi ketat selama periode emas ini. Periksa setiap anak babi secara individual. Pastikan mereka hangat, kering, dan perut mereka terlihat bulat setelah menyusu. 

Keberhasilan Anda dalam menjalankan semua langkah ini akan langsung terlihat dari vitalitas dan angka kelangsungan hidup anak-anak babi tersebut. 

Ingat, setiap tindakan kecil Anda di 24 jam pertama ini adalah investasi besar untuk kesehatan dan pertumbuhan mereka ke depannya. Selamat menjalankan peran sebagai penjaga kehidupan yang pertama.