Langsung ke konten utama

6 Pantai di Malang Selatan dengan Akses Mudah, Pesona yang Tak Kalah dari Bali

Pernah membayangkan punya pantai seindah Tanah Lot atau Kuta, tapi dengan keramaian yang lebih bersahabat? Kalau iya, Anda tidak perlu menyeberang ke Bali. 

Pantai di Malang Selatan dengan Akses Mudah, Pesona yang Tak Kalah dari Bali

Ternyata, pesisir selatan Kota Malang menyimpan serangkaian permata pantai yang menakjubkan, dengan akses jalan yang baik dan pemandangan memukau. Mari kita telusuri enam di antaranya yang bisa jadi tujuan wisata Anda berikutnya.

6 Pantai di Malang Selatan dengan Akses Mudah, Pesona yang Tak Kalah dari Bali

1. Pantai Ngliyep: Keperkasaan Ombak dan Eksotisme Teluk Tersembunyi

Pantai pertama yang wajib dikunjungi adalah Pantai Ngliyep di Desa Kedungsalam, Donomulyo. Perjalanan menuju sini sekitar 2.5-3 jam dari Kota Malang, sudah diaspal dengan baik dan diapit pemandangan hijau. Begitu tiba, Anda akan disambut oleh keganasan ombak Samudera Hindia yang menghempas tebing-tebing curam. Pemandangan inilah yang membuatnya kurang cocok untuk berenang, tetapi sangat sempurna untuk fotografi yang dramatis.

Jangan lewatkan area Pasir Panjang untuk bersantai dan Teluk Putri yang tersembunyi di balik pulau karang kecil bernama Gunung Kombang. Lokasi ini juga memiliki nilai budaya, dengan ritual tahunan "labuhan" yang menarik disaksikan. Untuk masuk, siapkan budget sekitar Rp 15.000 untuk tiket, ditambah biaya parkir kendaraan.

2. Pantai Balekambang: "Tanah Lot"-nya Jawa Timur

Jika ingin sensasi Bali di Jawa, Pantai Balekambang adalah jawabannya. Pantai yang terletak di Desa Srigonco, Bantur ini merupakan yang paling populer di selatan Malang, terutama di akhir pekan. Daya tarik utamanya adalah Pulau Ismoyo, yang dihubungkan dengan jembatan ke daratan dan di atasnya berdiri megah Pura Amerta Jati. Siluet pura di tengah lautan ini sangat mirip dengan Tanah Lot, menjadi spot foto ikonik.

Pantainya landai, memungkinkan Anda untuk bermain air di tepian, namun tetap harus waspada. Infrastruktur menuju lokasi sudah sangat baik. Tiket masuknya berbeda, Rp 10.000 pada hari biasa dan Rp 15.000 di akhir pekan.

3. Pantai Bajul Mati: Ketengan "Pantai Pribadi" dengan Pasir Putih

Ingin merasakan pantai yang lebih privat? Pantai Bajul Mati di Gajahrejo, Gedangan bisa jadi pilihan. Nama uniknya konon berasal dari batu karang yang berbentuk seperti buaya mati. Keunggulan pantai ini adalah kebersihan dan keasriannya yang masih terjaga karena belum terlalu ramai.

Pasirnya putih dan relatif bersih dari sampah, memberikan kesan pantai pribadi yang tenang. Aksesnya via Jalur Lintas Selatan (JLS) juga sangat mulus. Cukup bayar tiket masuk Rp 10.000, Anda bisa menikmati ketenangan ini dari pagi hingga malam.

4. Pantai Ngantep: Surganya Para Peselancar Pemula

Bagi yang ingin merasakan gelombang untuk berselancar, Pantai Ngantep di Dusun Sukorejo, Gedangan adalah tempatnya. Pantai ini dikenal dengan ombaknya yang konsisten dan garis pantai berpasir tanpa banyak karang, mirip dengan karakter Pantai Kuta di Bali untuk para surfer pemula.

Tentu saja, larangan berenang tetap berlaku di sini demi keselamatan. Untuk mencapainya, Anda bisa mengikuti petunjuk arah ke Pantai Balekambang lalu mencari papan penunjuk ke Ngantep di JLS. Harganya pun sangat terjangkau, hanya Rp 5.000 per orang.

5. Pantai Sendang Biru: Gerbang Menuju Pulau Sempu yang Memesona

Pantai Sendang Biru di Sumbermanjing Wetan menawarkan pengalaman berbeda. Sesuai namanya, air di sini terkenal jernih kebiruan. Pantai ini bukan hanya tujuan akhir, melainkan gerbang utama menuju surga alam yang masih perawan: Pulau Sempu.

Anda bisa menyewa perahu nelayan untuk menyeberang ke pulau tersebut, atau sekadar membeli ikan segar hasil tangkapan. Perjalanan dari Kota Malang memakan waktu sekitar 2 jam. Selain tiket masuk pantai yang murah, siapkan budget lebih untuk sewa perahu dan izin masuk ke Pulau Sempu jika ingin menjelajah lebih jauh.

6. Pantai Batu Bengkung: Teater Alam untuk Menyaksikan Sunset

Terakhir, ada Pantai Batu Bengkung yang masih berada di kawasan Gedangan. Keunikan pantai ini adalah orientasinya yang menghadap ke barat, menjadikannya tempat ideal untuk menyaksikan matahari terbenam yang spektakuler di atas lautan.

Seperti kebanyakan pantai selatan, berenang tidak disarankan. Namun, duduk di atas karang sambil menunggu langit berubah warna adalah pengalaman yang sangat romantis. Pantai ini buka 24 jam dengan tiket masuk Rp 7.500, cocok untuk mengakhiri petualangan pantai Anda dengan momen yang sempurna.

Jadi, itulah enam pantai cantik di Malang Selatan dengan akses yang terbilang mudah. Setiap pantai menawarkan karakter dan pengalaman yang unik. Mana yang paling menarik untuk dikunjungi pertama kali?

Postingan populer dari blog ini

20 Tempat Makan Babi di Malang, Surga Kuliner Non-Halal yang Wajib Dicoba

Kalau kamu berpikir keistimewaan kota ini cuma terletak pada hawa sejuk dan pemandangan alamnya, kita perlu mengobrol sebentar. Ada sisi lain yang sedang ramai dibicarakan oleh para foodies: dunia kuliner non-halal berbahan dasar babi.  Ya, Malang ternyata menyimpan surga tersembunyi dengan beragam olahan babi yang luar biasa, mulai dari hidangan tradisional NTT dan Bali, masakan Batak, hingga sajian Chinese food yang autentik. Bagi yang tidak memiliki batasan halal, menjelajahi kuliner babi di Malang ibarat melakukan perjalanan rasa lintas nusantara. Dari tekstur daging yang empuk, cita rasa gurih yang khas, hingga teknik masak yang beragam seperti panggang, bakar, tumis, hingga asap, semuanya menanti untuk dieksplor. Harganya pun relatif terjangkau, membuat petualangan kuliner ini semakin menarik. 20 Tempat Makan Babi di Malang, Surga Kuliner Non-Halal yang Wajib Dicoba 1. Warung Sejahtera Beralamat di Jalan Pisang Candi Barat No. 2, Warung Sejahtera adalah titik awal yang sempur...

Candi di Malang, Menelusuri Jejak Arsitektur Menawan dan Sejarah yang Tersembunyi

Pernah merasa penasaran dengan kisah apa yang tersimpan di balik batu-batu kuno? Kalau kamu berkunjung ke Malang, pesonanya tidak hanya terletak pada udara sejuk dan pemandangan alamnya.  Kota ini menyimpan harta karun sejarah yang bisikannya masih terdengar sampai sekarang: candi-candi dengan arsitektur menakjubkan.  Bagi kamu yang suka menjelajahi masa lalu dan mengagumi karya seni leluhur, mengunjungi candi-candi ini adalah pengalaman yang menyatukan edukasi dan ketenangan. Mari kita telusuri beberapa yang paling menawan. Candi di Malang: Menelusuri Jejak Arsitektur Menawan dan Sejarah yang Tersembunyi 1. Candi Singosari: Mahakarya Megah di Tengah Kesederhanaan Candi Singosari adalah salah satu ikon sejarah Malang yang paling mudah dijangkau. Dibangun pada abad ke-13 sebagai peninggalan Kerajaan Singhasari, candi ini adalah simbol kejayaan masa lalu yang masih kokoh berdiri. Begitu tiba di sana, matamu akan langsung tertuju pada ukiran batu yang halus dan penuh detail. Set...

Glamping di Malang, Nikmati Sensasi Menginap di Alam dan Seru River Tubing di Lembah Ledok Amprong

Bayangkan jika kabut pagi yang masih menyapu lembut hutan pinus, udara pegunungan yang segar dan dingin, serta gemericik sungai yang menjadi soundtrack alam Anda. Ini bukan mimpi, tapi pengalaman yang menanti di Lembah Bromo Ledok Amprong, Poncokusumo, Malang .  Destinasi yang satu ini menawarkan liburan keluarga yang jauh dari kebisingan, menggabungkan kenyamanan glamping dengan petualangan seru menyusuri sungai. Bagi banyak keluarga seperti keluarga Hendro, yang sengaja mencari ketenangan, tempat ini adalah jawaban. "Kami cari tempat yang tenang, tapi tetap ada aktivitas seru untuk anak-anak. Di sini lengkap," kata Hendro, menggambarkan alasan memilih Ledok Amprong sebagai pelarian akhir pekan mereka. Di sini, liburan bukan sekadar berpindah tempat, tapi tentang kembali menyatu dengan alam dan orang-orang terdekat. Glamping di Malang: Nikmati Sensasi Menginap di Alam dan Seru River Tubing di Lembah Ledok Amprong Surga Tenang di Kaki Bromo yang Cocok untuk Glamping Keluarga ...