Langsung ke konten utama

6 Tempat Kuliner Jadul di Malang Raya yang Bikin Nostalgia Masa Kecil

Ada nggak sih di antara kamu yang sering kangen sama makanan masa kecil? Yang rasa dan aromanya langsung bikin kita balik ke era 90-an atau bahkan lebih lama lagi. Di Malang, untungnya, waktu itu seolah berhenti. 

Kota ini masih menyimpan beberapa tempat makan legendaris yang dengan setia menghidangkan citarasa otentik, persis seperti dulu. 

Tempat Kuliner Jadul di Malang Raya yang Bikin Nostalgia Masa Kecil

Buat kamu yang ingin berwisata kuliner sekaligus bernostalgia, ini dia enam tempat yang wajib dikunjungi.

6 Tempat Kuliner Jadul di Malang Raya yang Bikin Nostalgia Masa Kecil

1. Puthu Lanang: Legenda Sejak 1935 dengan Suara Khas Pengukusnya

Mari mulai perjalanan waktu kita dari Puthu Lanang. Bayangkan, warung ini sudah ada sejak tahun 1935! Puthu, kue tradisional dari tepung beras, gula merah, dan kelapa parut yang dikukus dalam bambu, adalah ikonnya. Yang bikin makin autentik adalah suara "kluush" dari uap pengukusnya, yang dulu berfungsi seperti musik pengiring pedagang keliling.

Di sini, kamu nggak cuma bisa menikmati putu yang masih dibuat dengan cara tradisional. Kamu juga bisa menemukan jajanan pasar teman sejawatnya, seperti cenil, lupis, dan klepon. Semua itu bisa kamu dapatkan dengan harga yang sangat bersahabat. Temukan kedai legendaris ini di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gang Buntu RT 03, Samaan, Klojen.

2. Pos Ketan Legenda 1967: Ketan dengan Resep yang Tak Terganti Sejak Orde Lama

Sesuai namanya, Pos Ketan Legenda 1967 bukan sekadar gaya. Tempat ini benar-benar bertahan dengan citarasa aslinya sejak tahun itu. Mereka mengusung olahan ketan yang otentik, namun dengan varian-varian yang mengikuti selera kekinian tanpa menghilangkan jiwa lamanya.

Dengan harga mulai dari enam ribuan, kamu sudah bisa merasakan ketan legendaris yang jadi solusi mengisi perut di malam hari. Lokasinya ada di Jalan Soekarno Hatta, Jatimulyo, Lowokwaru, membuatnya mudah diakses.

3. Sego Resek: Nasi Goreng 'Sampah' yang Justru Jadi Harta Karun Kuliner

Jangan terkecoh dengan namanya yang unik, "Sego Resek" yang artinya "nasi sampah". Ini adalah kuliner legendaris khas Malang berupa nasi goreng yang kaya topping seperti taoge, kol, mi, suwiran ayam, hingga pilihan lauk jeroan dan sayap ayam.

Proses memasaknya yang masih tradisional, yaitu di atas tungku arang, memberi aroma dan rasa yang khas sulit ditemukan di tempat lain. Mereka juga punya andalan lain seperti nasi mawut. Dengan harga mulai dari delapan ribu rupiah, kamu bisa menikmati sepiring sejarah di Jalan Brigjen Katamso No.4, Kauman, Klojen.

4. Rujak Cingur Bude Ruk: Warisan Rasa Sejak 1960 dari Kepanjen

Untuk pecinta cita rasa Jawa Timur yang kuat, Rujak Cingur Bude Ruk adalah destinasi wajib. Berdiri sejak tahun 1960, kedai ini sudah menjadi institusi bagi warga lokal dan pendatang. Menu andalannya, tentu saja, adalah rujak cingur yang segar dengan paduan buah, sayur, cingur (hidung sapi), dan bumbu petis yang gurih.

Menyantapnya dengan lontong, tahu, dan tempe adalah pengalaman kuliner yang komplet. Siapkan budget mulai dari lima belas ribu rupiah untuk menikmati hidangan legendaris ini di Jalan Soeroeji No. 17 Gang 1, Kepanjen.

5. Rawon Nguling: Kuah Hitam Pekat dengan Daging Empuk Sejak 1982

Rawon adalah ikon lain dari Malang, dan Rawon Nguling adalah salah satu pelaku sejarahnya. Berdiri sejak 1982, mereka terkenal dengan kuah rawon yang gurih, tidak terlalu kental atau berlemak, serta potongan daging yang besar dan empuk.

Konsistensi rasa inilah yang membuatnya jadi favorit turis dan lokal selama puluhan tahun. Tempat ini buka dari pagi hingga sore di Jalan Zainul Arifin No. 62, Kiduldalem, Klojen.

6. Soto Ayam Lombok: Rasa Soto Kampung yang Bertahan Sejak 1955

Terakhir, kita menuju ke Soto Ayam Lombok, sebuah tempat yang pertama kali membuka pintunya pada tahun 1955 di Jalan Lombok No. 1, Kasin. Mereka menghidangkan soto ayam kampung khas Malang dengan rasa yang terjaga.

Kepopulerannya terbukti dari banyaknya cabang yang sekarang bisa ditemui. Dengan harga mulai dari dua puluh lima ribu rupiah, kamu bisa mencicipi semangkuk soto yang mewakili sejarah kuliner kota ini.

Jadi, itulah enam mesin waktu kuliner di Malang Raya. Masing-masing tempat bukan sekadar menjual makanan, tapi juga menjaga sebuah cerita dan tradisi. Cocok banget buat kamu yang ingin menyelami rasa autentik sekaligus bernostalgia. Selamat menikmati perjalanan rasa ke masa lalu.

Postingan populer dari blog ini

20 Tempat Makan Babi di Malang, Surga Kuliner Non-Halal yang Wajib Dicoba

Kalau kamu berpikir keistimewaan kota ini cuma terletak pada hawa sejuk dan pemandangan alamnya, kita perlu mengobrol sebentar. Ada sisi lain yang sedang ramai dibicarakan oleh para foodies: dunia kuliner non-halal berbahan dasar babi.  Ya, Malang ternyata menyimpan surga tersembunyi dengan beragam olahan babi yang luar biasa, mulai dari hidangan tradisional NTT dan Bali, masakan Batak, hingga sajian Chinese food yang autentik. Bagi yang tidak memiliki batasan halal, menjelajahi kuliner babi di Malang ibarat melakukan perjalanan rasa lintas nusantara. Dari tekstur daging yang empuk, cita rasa gurih yang khas, hingga teknik masak yang beragam seperti panggang, bakar, tumis, hingga asap, semuanya menanti untuk dieksplor. Harganya pun relatif terjangkau, membuat petualangan kuliner ini semakin menarik. 20 Tempat Makan Babi di Malang, Surga Kuliner Non-Halal yang Wajib Dicoba 1. Warung Sejahtera Beralamat di Jalan Pisang Candi Barat No. 2, Warung Sejahtera adalah titik awal yang sempur...

Candi di Malang, Menelusuri Jejak Arsitektur Menawan dan Sejarah yang Tersembunyi

Pernah merasa penasaran dengan kisah apa yang tersimpan di balik batu-batu kuno? Kalau kamu berkunjung ke Malang, pesonanya tidak hanya terletak pada udara sejuk dan pemandangan alamnya.  Kota ini menyimpan harta karun sejarah yang bisikannya masih terdengar sampai sekarang: candi-candi dengan arsitektur menakjubkan.  Bagi kamu yang suka menjelajahi masa lalu dan mengagumi karya seni leluhur, mengunjungi candi-candi ini adalah pengalaman yang menyatukan edukasi dan ketenangan. Mari kita telusuri beberapa yang paling menawan. Candi di Malang: Menelusuri Jejak Arsitektur Menawan dan Sejarah yang Tersembunyi 1. Candi Singosari: Mahakarya Megah di Tengah Kesederhanaan Candi Singosari adalah salah satu ikon sejarah Malang yang paling mudah dijangkau. Dibangun pada abad ke-13 sebagai peninggalan Kerajaan Singhasari, candi ini adalah simbol kejayaan masa lalu yang masih kokoh berdiri. Begitu tiba di sana, matamu akan langsung tertuju pada ukiran batu yang halus dan penuh detail. Set...

Glamping di Malang, Nikmati Sensasi Menginap di Alam dan Seru River Tubing di Lembah Ledok Amprong

Bayangkan jika kabut pagi yang masih menyapu lembut hutan pinus, udara pegunungan yang segar dan dingin, serta gemericik sungai yang menjadi soundtrack alam Anda. Ini bukan mimpi, tapi pengalaman yang menanti di Lembah Bromo Ledok Amprong, Poncokusumo, Malang .  Destinasi yang satu ini menawarkan liburan keluarga yang jauh dari kebisingan, menggabungkan kenyamanan glamping dengan petualangan seru menyusuri sungai. Bagi banyak keluarga seperti keluarga Hendro, yang sengaja mencari ketenangan, tempat ini adalah jawaban. "Kami cari tempat yang tenang, tapi tetap ada aktivitas seru untuk anak-anak. Di sini lengkap," kata Hendro, menggambarkan alasan memilih Ledok Amprong sebagai pelarian akhir pekan mereka. Di sini, liburan bukan sekadar berpindah tempat, tapi tentang kembali menyatu dengan alam dan orang-orang terdekat. Glamping di Malang: Nikmati Sensasi Menginap di Alam dan Seru River Tubing di Lembah Ledok Amprong Surga Tenang di Kaki Bromo yang Cocok untuk Glamping Keluarga ...