Langsung ke konten utama

12 Tempat Makan Bubur Sumsum di Malang Terbaik untuk Sarapan Manis dan Legit

Kalau kamu lagi mencari sesuatu yang hangat, lembut, dan bikin kenyang tanpa berat, bubur sumsum adalah jawabannya. Kuliner dari tepung beras dengan siraman kuah santan dan gula merah ini adalah comfort food yang sempurna. 

Tempat Makan Bubur Sumsum di Malang Terbaik untuk Sarapan Manis dan Legit

Kabar baiknya, di Malang kamu bisa menemukannya dengan mudah, dari yang dijual di pasar hingga warung modern. Yuk, kita jelajahi dua belas tempat terbaik untuk berburu bubur sumsum di kota ini.

12 Tempat Makan Bubur Sumsum di Malang Terbaik untuk Sarapan Manis dan Legit

1. De Jenangs Malang

Memulai petualangan kita di De Jenangs Malang di Jalan Kakatua Utara, Sukun. Tempat ini menawarkan konsep yang menarik: bubur sumsum ala rumahan dengan kemasan yang kekinian. Mereka punya beberapa varian menu, mulai dari bubur sumsum biasa hingga bubur campur dengan tambahan durian. Harganya sangat bersahabat, mulai dari sepuluh ribu rupiah per porsi. Cocok untuk kamu yang ingin menikmati rasa tradisional dengan sedikit sentuhan modern dan kemasan yang praktis.

2. Bubur Sumsum Bu Yayuk

Selanjutnya, untuk warga di sekitar Mulyorejo, Sukun, ada Bubur Sumsum Bu Yayuk di Jalan Raya Mulyorejo. Warung ini buka sangat pagi, mulai pukul enam, dan terkenal cepat habis. Mereka menawarkan bubur sumsum dan aneka bubur campur dengan harga sekitar sepuluh ribu rupiah. Disarankan datang tepat waktu jika tidak ingin kehabisan, karena sering tutup lebih awal akibat tingginya permintaan.

3. Bubur SS

Beralih ke kawasan Blimbing, kita temui Bubur SS di Jalan Temenggungan Ledok Kesatrian. Warung ini tidak hanya menyajikan bubur sumsum dan bubur campur yang manis legit, tetapi juga berbagai jajanan tradisional seperti lupis. Mereka buka dari pukul tujuh pagi hingga empat sore. Tempat ini menjadi pilihan yang lengkap jika kamu ingin mencicipi bubur sekaligus membeli camilan tradisional lain dalam satu kunjungan.

4. Es Teler dan Bubur Sumsum Grendul Cakim 2

Jika kamu sedang berada di kawasan Cengger Ayang, Lowokwaru, sempatkan mampir ke warung ini di Jalan Cengger Ayam. Seperti namanya, mereka punya dua menu andalan: es teler dan bubur sumsum. Bubur sumsum di sini terkenal dengan rasa manis yang pas dan tidak berlebihan. Jadi, kamu bisa menikmati bubur hangat atau menyegarkan diri dengan es teler mereka.

5. Bubur Sumsum Bu Lik

Bubur Sumsum Bu Lik di Gading Kasri, Klojen, adalah legenda pagi hari. Buka sejak pukul lima pagi, warung ini selalu ramai diserbu pelanggan dan seringkali habis sebelum jam sepuluh pagi. Daya tariknya adalah rasa tradisional yang klasik, menggunakan santan dan gula asli tanpa pemanis buatan. Ini adalah pilihan sarapan yang nikmat dan terasa sehat.

6. Bubur Sumsum Pasar Kebalen

Untuk pengalaman yang sangat otentik dan harga yang super terjangkau, langsung saja menuju Pasar Kebalen. Di sini, kamu bisa menikmati bubur sumsum yang dibungkus daun pisang hanya dengan tiga ribu rupiah per porsi. Aroma daun pisang yang hangat menambah kenikmatan sajian sederhana ini, dengan perpaduan sempurna antara manisnya gula merah dan gurihnya bubur.

7. Bubur Sumsum Belakang Pasar Besar

Tempat lain yang selalu ramai sejak pagi adalah warung bubur di Belakang Pasar Besar, tepatnya di Jalan Prof. Moch Yamin, Sukoharjo. Dengan harga lima ribu rupiah, kamu bisa menikmati bubur sumsum lengkap dengan pilihan tambahan seperti jenang grendul, mutiara, atau ketan hitam. Rasa manisnya berasal dari gula merah asli, sehingga terasa pas dan tidak membuat enek.

8. Bubur Sumsum Pasar Besar

Masih di sekitar Pasar Besar, ada lagi pilihan populer di Jalan Kyai Tamin, depan Toko Kue Glodia. Satu porsi bubur di sini berisi campuran bubur sumsum, ketan hitam, jenang grendul, santan, dan gula merah, semua hanya dengan lima ribu rupiah. Sama seperti kebanyakan penjual bubur tradisional, dagangan di sini cepat habis, jadi usahakan datang lebih awal.

9. Kedai Leluhur

Beralih ke kawasan Bululawang, Kedai Leluhur di Jalan Sidodadi Wandanpuro menawarkan bubur sumsum dengan cita rasa tradisional yang kuat. Buburnya lembut, gurih, dan disajikan dalam cup praktis lengkap dengan sendok. Perpaduan santan dan gula merahnya seimbang, cocok untuk semua usia. Harga bubur sumsum originalnya mulai delapan ribu rupiah, dan mereka juga menjual berbagai menu nasi dan jajanan tradisional lainnya.

10. Ketan Bubur Mbak Milla, Singosari

Di daerah Singosari, Ketan Bubur Mbak Milla di Jalan Mujamil menjadi favorit banyak orang. Mereka menawarkan dua varian utama: Bubur Sumsum Gula Merah dan campuran Bubur Ketan Hitam Sumsum. Teksturnya lembut dengan aroma santan yang harum dan manis alami dari gula merah. Harganya mulai dari delapan ribu rupiah, dan warungnya buka dari pagi hingga sore.

11. Bubur Campur Grendul Bu Tianah

Untuk yang tinggal di sekitar Lawang, Bubur Campur Grendul Bu Tianah di Jalan Inspol Suwoto, Sidodadi, adalah destinasi wajib. Tempat ini menghidangkan berbagai bubur tradisional seperti kacang hijau, mutiara, grendul, dan tentu saja bubur sumsum putih. Semua dibuat dari bahan alami dengan rasa manis yang tidak berlebihan. Harganya mulai dari tujuh ribu lima ratus rupiah, dan mereka menyediakan layanan ambil di tempat maupun pesan antar.

12. Queen Salad Buah & Juice

Terakhir, Queen Salad Buah & Juice di Jalan Trunajaya, Bululawang, menawarkan bubur sumsum dengan sentuhan berbeda. Mereka punya varian seperti Bubur Sumsum Gula Aren Santan dan Bubur Sumsum Mutiara Gula Aren Santan. Teksturnya halus dengan kuah gula aren kental yang sangat kaya rasa. Harganya mulai empat belas ribu rupiah per porsi. Selain bubur, kamu juga bisa mencoba salad buah atau minuman segar mereka.

Jadi, itulah dua belas surga bubur sumsum di Malang dan sekitarnya. Dari yang tradisional di pasar hingga yang dikemas modern, semuanya menawarkan kelezatan yang bisa memuaskan hasratmu akan makanan manis dan hangat. Selamat berburu dan menikmati setiap sendoknya.

Postingan populer dari blog ini

20 Tempat Makan Babi di Malang, Surga Kuliner Non-Halal yang Wajib Dicoba

Kalau kamu berpikir keistimewaan kota ini cuma terletak pada hawa sejuk dan pemandangan alamnya, kita perlu mengobrol sebentar. Ada sisi lain yang sedang ramai dibicarakan oleh para foodies: dunia kuliner non-halal berbahan dasar babi.  Ya, Malang ternyata menyimpan surga tersembunyi dengan beragam olahan babi yang luar biasa, mulai dari hidangan tradisional NTT dan Bali, masakan Batak, hingga sajian Chinese food yang autentik. Bagi yang tidak memiliki batasan halal, menjelajahi kuliner babi di Malang ibarat melakukan perjalanan rasa lintas nusantara. Dari tekstur daging yang empuk, cita rasa gurih yang khas, hingga teknik masak yang beragam seperti panggang, bakar, tumis, hingga asap, semuanya menanti untuk dieksplor. Harganya pun relatif terjangkau, membuat petualangan kuliner ini semakin menarik. 20 Tempat Makan Babi di Malang, Surga Kuliner Non-Halal yang Wajib Dicoba 1. Warung Sejahtera Beralamat di Jalan Pisang Candi Barat No. 2, Warung Sejahtera adalah titik awal yang sempur...

Candi di Malang, Menelusuri Jejak Arsitektur Menawan dan Sejarah yang Tersembunyi

Pernah merasa penasaran dengan kisah apa yang tersimpan di balik batu-batu kuno? Kalau kamu berkunjung ke Malang, pesonanya tidak hanya terletak pada udara sejuk dan pemandangan alamnya.  Kota ini menyimpan harta karun sejarah yang bisikannya masih terdengar sampai sekarang: candi-candi dengan arsitektur menakjubkan.  Bagi kamu yang suka menjelajahi masa lalu dan mengagumi karya seni leluhur, mengunjungi candi-candi ini adalah pengalaman yang menyatukan edukasi dan ketenangan. Mari kita telusuri beberapa yang paling menawan. Candi di Malang: Menelusuri Jejak Arsitektur Menawan dan Sejarah yang Tersembunyi 1. Candi Singosari: Mahakarya Megah di Tengah Kesederhanaan Candi Singosari adalah salah satu ikon sejarah Malang yang paling mudah dijangkau. Dibangun pada abad ke-13 sebagai peninggalan Kerajaan Singhasari, candi ini adalah simbol kejayaan masa lalu yang masih kokoh berdiri. Begitu tiba di sana, matamu akan langsung tertuju pada ukiran batu yang halus dan penuh detail. Set...

Glamping di Malang, Nikmati Sensasi Menginap di Alam dan Seru River Tubing di Lembah Ledok Amprong

Bayangkan jika kabut pagi yang masih menyapu lembut hutan pinus, udara pegunungan yang segar dan dingin, serta gemericik sungai yang menjadi soundtrack alam Anda. Ini bukan mimpi, tapi pengalaman yang menanti di Lembah Bromo Ledok Amprong, Poncokusumo, Malang .  Destinasi yang satu ini menawarkan liburan keluarga yang jauh dari kebisingan, menggabungkan kenyamanan glamping dengan petualangan seru menyusuri sungai. Bagi banyak keluarga seperti keluarga Hendro, yang sengaja mencari ketenangan, tempat ini adalah jawaban. "Kami cari tempat yang tenang, tapi tetap ada aktivitas seru untuk anak-anak. Di sini lengkap," kata Hendro, menggambarkan alasan memilih Ledok Amprong sebagai pelarian akhir pekan mereka. Di sini, liburan bukan sekadar berpindah tempat, tapi tentang kembali menyatu dengan alam dan orang-orang terdekat. Glamping di Malang: Nikmati Sensasi Menginap di Alam dan Seru River Tubing di Lembah Ledok Amprong Surga Tenang di Kaki Bromo yang Cocok untuk Glamping Keluarga ...