Langsung ke konten utama

3 Bubur Kacang Ijo Malang, Warung Legendaris dengan Rasa Paling Autentik

Di antara gemerlapnya makanan kekinian, kadang yang kita rindukan justru sesuatu yang sederhana dan penuh kenangan. Seperti semangkuk bubur kacang hijau yang manis, lembut, dan menghangatkan hati. 

Bubur Kacang Ijo Malang, Warung Legendaris dengan Rasa Paling Autentik

Nah, kalau kamu sedang di Malang dan ingin mencari yang terenak, ada tiga tempat legendaris yang wajib kamu sambangi. Dari yang sudah berjualan sejak era 70-an sampai yang bisa dipesan online, semuanya menjanjikan keautentikan rasa yang sulit dilupakan.

3 Bubur Kacang Ijo Malang, Warung Legendaris dengan Rasa Paling Autentik

1. Bubur Ayam & Kacang Ijo Pak Subari

Bicara tentang warisan rasa, Bubur Pak Subari di Jalan Merbabu No.10, Oro-oro Dowo adalah jawabannya. Tempat ini bukan sekadar warung biasa, melainkan bagian dari sejarah kuliner Malang yang telah berdiri sejak 1978. Bubur kacang ijo di sini diolah dengan sangat tradisional menggunakan kacang hijau kupas, menghasilkan tekstur yang lembut sempurna dan warna kuning yang khas.

Yang membuatnya istimewa adalah siraman kuah santan yang wangi, menciptakan rasa manis dan legit yang bikin siapa pun langsung rindu. Warung ini buka setiap hari kecuali Jumat, dari pukul sembilan pagi sampai tiga sore. Dengan harga sekitar sepuluh ribu rupiah per porsi, tempat yang sederhana ini tak pernah sepi pengunjung, dari mahasiswa hingga warga sekitar yang sudah jadi langganan puluhan tahun.

2. Bubur Kacang Ijo Kontjokoe

Untuk kamu yang mengutamakan kepraktisan tanpa mengorbankan rasa, Bubur Kacang Ijo Kontjokoe di Jalan Terusan Ijen adalah pilihan ideal. Keunggulan tempat ini adalah fleksibilitasnya. Kamu bisa memesan bubur polos, yang dicampur ketan hitam, atau bahkan meminta versi tanpa santan sesuai selera.

Harganya sangat bersahabat, hanya delapan ribu lima ratus rupiah untuk satu porsi hangat yang mengenyangkan. Lokasinya yang strategis dan kemudahan pemesanan melalui aplikasi seperti GoFood membuat Kontjokoe jadi penyelamat yang pas untuk camilan sore atau sarapan praktis. Mereka buka setiap hari dari jam empat sore hingga sembilan malam.

3. Bubur Ketan Hitam & Kacang Ijo Pak Arsyad

Terakhir, ada Bubur Pak Arsyad yang berlokasi di Jalan Letjen Sutoyo, Lowokwaru, tak jauh dari Hotel Santika. Warung yang berdiri sejak tahun 90-an ini adalah ahli dalam menghadirkan kehangatan di pagi hari Malang yang sejuk. Dua andalannya, bubur kacang ijo dan bubur ketan hitam, sama-sama terkenal akan kelembutan dan kegurihannya.

Rahasia kelezatannya ada pada santan kental yang digunakan, membuat setiap suapan terasa kaya dan memuaskan. Dengan harga antara dua belas hingga lima belas ribu rupiah, bubur di sini adalah sarapan sehat yang sempurna. Satu tips, datanglah pagi-pagi karena warung ini sangat populer dan sering kehabisan sebelum waktunya. Rasanya yang klasik itu masih berhasil memikat hati generasi muda hingga hari ini.

Jadi, itulah tiga tujuan utama bagi para pemburu bubur kacang hijau autentik di Malang. Setiap warung punya cerita dan karakter rasa tersendiri, namun sama-sama dijamin kelezatannya. Selamat menikmati kehangatan dan kenangan dalam setiap sendoknya.

Postingan populer dari blog ini

20 Tempat Makan Babi di Malang, Surga Kuliner Non-Halal yang Wajib Dicoba

Kalau kamu berpikir keistimewaan kota ini cuma terletak pada hawa sejuk dan pemandangan alamnya, kita perlu mengobrol sebentar. Ada sisi lain yang sedang ramai dibicarakan oleh para foodies: dunia kuliner non-halal berbahan dasar babi.  Ya, Malang ternyata menyimpan surga tersembunyi dengan beragam olahan babi yang luar biasa, mulai dari hidangan tradisional NTT dan Bali, masakan Batak, hingga sajian Chinese food yang autentik. Bagi yang tidak memiliki batasan halal, menjelajahi kuliner babi di Malang ibarat melakukan perjalanan rasa lintas nusantara. Dari tekstur daging yang empuk, cita rasa gurih yang khas, hingga teknik masak yang beragam seperti panggang, bakar, tumis, hingga asap, semuanya menanti untuk dieksplor. Harganya pun relatif terjangkau, membuat petualangan kuliner ini semakin menarik. 20 Tempat Makan Babi di Malang, Surga Kuliner Non-Halal yang Wajib Dicoba 1. Warung Sejahtera Beralamat di Jalan Pisang Candi Barat No. 2, Warung Sejahtera adalah titik awal yang sempur...

Candi di Malang, Menelusuri Jejak Arsitektur Menawan dan Sejarah yang Tersembunyi

Pernah merasa penasaran dengan kisah apa yang tersimpan di balik batu-batu kuno? Kalau kamu berkunjung ke Malang, pesonanya tidak hanya terletak pada udara sejuk dan pemandangan alamnya.  Kota ini menyimpan harta karun sejarah yang bisikannya masih terdengar sampai sekarang: candi-candi dengan arsitektur menakjubkan.  Bagi kamu yang suka menjelajahi masa lalu dan mengagumi karya seni leluhur, mengunjungi candi-candi ini adalah pengalaman yang menyatukan edukasi dan ketenangan. Mari kita telusuri beberapa yang paling menawan. Candi di Malang: Menelusuri Jejak Arsitektur Menawan dan Sejarah yang Tersembunyi 1. Candi Singosari: Mahakarya Megah di Tengah Kesederhanaan Candi Singosari adalah salah satu ikon sejarah Malang yang paling mudah dijangkau. Dibangun pada abad ke-13 sebagai peninggalan Kerajaan Singhasari, candi ini adalah simbol kejayaan masa lalu yang masih kokoh berdiri. Begitu tiba di sana, matamu akan langsung tertuju pada ukiran batu yang halus dan penuh detail. Set...

Glamping di Malang, Nikmati Sensasi Menginap di Alam dan Seru River Tubing di Lembah Ledok Amprong

Bayangkan jika kabut pagi yang masih menyapu lembut hutan pinus, udara pegunungan yang segar dan dingin, serta gemericik sungai yang menjadi soundtrack alam Anda. Ini bukan mimpi, tapi pengalaman yang menanti di Lembah Bromo Ledok Amprong, Poncokusumo, Malang .  Destinasi yang satu ini menawarkan liburan keluarga yang jauh dari kebisingan, menggabungkan kenyamanan glamping dengan petualangan seru menyusuri sungai. Bagi banyak keluarga seperti keluarga Hendro, yang sengaja mencari ketenangan, tempat ini adalah jawaban. "Kami cari tempat yang tenang, tapi tetap ada aktivitas seru untuk anak-anak. Di sini lengkap," kata Hendro, menggambarkan alasan memilih Ledok Amprong sebagai pelarian akhir pekan mereka. Di sini, liburan bukan sekadar berpindah tempat, tapi tentang kembali menyatu dengan alam dan orang-orang terdekat. Glamping di Malang: Nikmati Sensasi Menginap di Alam dan Seru River Tubing di Lembah Ledok Amprong Surga Tenang di Kaki Bromo yang Cocok untuk Glamping Keluarga ...